Anna Mieke Puara adalah nama lengkap pemberian orangtuaku, aku terlahir dari keluarga yang cukup dan berprofesi sebagai seorang bidan.  Kami lima bersaudara aku anak keempat. Ibuku berasal dari Kota Ambon-Maluku sedangkan ayahku berasal dari Pulau Halmahera Utara salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara. Keluarga kami disebut orang keluarga kesehatan. Mengapa karena orangtua kami lebih dulu terjun ke dunia Kesehatan dan memperkenalkannya kepada kami. Mamaku bernama Jacomina Thomas berprofesi sebagai seorang bidan yang mendampingi sekaligus membantu persalinan para ibu hamil sedangkan papaku bernama Charles Puara berprofesi sebagai seorang perawat. Tetapi mereka telah Purna Bakti. Oiya....seorang Kakakku berprofesi sebagai akuntan, seorang lagi sebagai ahli Rontgen di rumah sakit, kemudian seorang lagi sebagai ahli Gizi, Dan seorang lagi yang sementara ini masih duduk di bangku kuliah yang mengambil jurusan sama sepertiku  dan ibuku.  Perjalananku tuk menjadi seorang bidan profesional pun dimulai. Memulai pekerjaan dengan melamar sebagai tenaga honorer di RSUP Malalayang yang sekarang bernama RSUP Prof. Kandouw Manado di tahun 2002, kemudian atas permintaan papa ku kembali ke daerah Halmahera Utara- Tobelo kota kelahiranku. Mulailah aku bekerja sebagai honorer di RSUD  Tobelo yang kemudian oleh Direkturnya mengusulkan alangkah baiknya aku bekerja di Puskesmas terlebih dahulu. Maka ku ikuti petunjuknya dan menjadi honorer di Puskesmas Tobelo. Setelah itu mengikuti Test CPNS dan aku lulus serta ditempatkan di Puskesmas Kupa-Kupa Kecamatan Tobelo Selatan. Dari sinilah dimulai perjalanan menjadi seorang bidan profesional. Yah aku ditempa menjadi seorang bidan desa. Keberanian dan kemandirianku muncul. Akhirnya di Tahun 2008 aku melanjutkan studi ku di D-IV Kebidanan Surabaya kemudian melanjutkan ke Pasca Sarjana di Semarang. Tahun 2013 setelah lulus aku kembali ke darahku tanah kelahiran lagi dan mau mengaplikasikan semua ilmu yang kuperoleh. Aku diperkenalkan oleh kakak kelasku mbak Yesie Aprilia dengan Hipnobirthing, Gentle Birth, Waterbirth , Lotus Birth dan Burning Cord. Dan kubaca semua buku hasil karyanya mulai dari Hypnosterti 2010,  Siapa bilang melahirkan itu sakit 2011, Gentle Birth 2011, Art of waterbirth 2013, Gentle Birth Balance 2014,  Catatan Ayah Pintar 2014  dan terakhir Bebas takut hamil dan melahirkan 2017. Akhirnya aku mengundang penulis buku ini mbak Yesie Aprilia ke daerahku sesuai impianku. Ia menjadi pembicara dalam seminar Birth without Fear, Melahirkan harus nyaman, aman, lancar dan minim trauma bagi ibu dan bayi. Tujuannya untuk memberikan pengalaman positif, lembut bagi  para ibu hamil yang mau melahirkan.

Komentar